28.8 C
Bandung
Saturday, April 13, 2024

Buy now

Spirit Gotong Royong Dari Lodong

Lodong adalah sebuah alat yang terbuat dari bambu yang digunakan oleh masyarakat desa dalam mengambil air nira daripohon arenSeiring berjalannya waktupenggunaan lodong di kalangan masyarakat petani aren mulai tergantikan oleh alatyang dianggap lebih praktis yakni jerigen.

Dengan menggunakan jerigenpetani aren dapat mengangkut air niradalam jumlah yang lebih banyakNamunkebiasaan baru inimengancam keberadaan lodong sehingga menjadi langka, dan tentunya mengganggu tata aturan pada masyarakat tradisionaldalam proses pengambilan air nira yang memiliki sejumlah etikadan aturan tersendiri.

Situasi itulah yang mendorong pegiat budaya di CikeletGarutIip Saripuntuk menghidupkan kembali keberadaan lodong, di antaranya dengan melakukan revitalisasi dalam bentukkreativitas senimenjadi alat musik.

Untuk membuat alat musik tersebut, Yayasan CKLT dibawahbinaan Iip Sarip, bersama pemerintah Cijambe melakukankerjasama dengan mahasiswa Prodi D4 Musik Bambu ISBI Bandung untuk melakukan atau PKP (Praktik Kerja Profesi) di CikeletSebanyak 6 mahasiswa selama 34 hari membuat 500 buah alat musik lodongdengan bambu yang disediakan secaraswadaya oleh pemerintah desa.

Selain ituuntuk melakukanproses latihan dan membuat aransemen musik bambu tersebutsejumlah mahasiswa dan dosen ISBI, yakni 20 mahasiswaprogram IMUN (ISBI Mengabdi untuk Negeri) dari prodi MusikBambuTata Rias Busanadan Antropologi Budaya, 6 mahasiswa PKM (Program Kreativitas Mahasiswadari ProdiTari dan Karawitan, dan dosen Musik Bambu turut dilibatkan.

Dalam memainkan 500 alat musik lodong tersebutdilibatkansiswa-siswi dari 5 (lima) sekolah di Cikeletyakni SMKN 5 CikeletMA MaarifSMPN Cikelet, MTS Bahrul Ulum, SMK Qurrota Ayun, para alumni SMPN Pameungpeukunsurmasyarakatpemerintahanggota dewan, penggiat otomotif, dan masyarakat umum.  

Rampak Lodong ini akan menjadi bagian dari Festival NgubekBeber, yang merupakan hasil kolaborasi Yayasan CKLT, pemerintah desa, dan ISBI Bandung, yang diselenggarakan di muara Sungai CipasaranganCikeletGarut, yang berada di tepipantai di Cikelet. Di sinisuara rampak lodong yang memainkansejumlah laguakan beradu dengan bunyi angin pantai dan deruombak serta kemeriahan dan antusiasme masyarakat yang menghadiri acara ini.

Rampak lodong sendiri menggambarkan spirit gotong royong yang mengajak seluruh elemen masyarakat di Cikelet untukmenjagamelindungi, dan mengembangkan kebudayaan di Cikelet, yang memiliki kekayaan potensi budayasekaliguswisata alam yang dapat meningkatkan kesejahteraanmasyarakat.(R/A)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles